Achmad Zaky – Bukalapak

Achmad Zaky – Bukalapak

Menjadi pahlawan dengan cara membeli barang yang dijual oleh UKM secara online? Ya! Pasti kamu langsung teringat dengan bukalapak.com! Beberapa tahun lalu, bukalapak tidak ada nama sama sekali, yang ada adalah tokobagus, berniaga dan juga tokopedia. Namun dengan mergernya tokobagus dan berniaga kemudian di akuisisi oleh perusahaan luar negeri OLX, bukalapak mulai bisa untuk melebarkan sayapnya di Indonesia. Dengan total pelapak lebih dari 500,000, Bukalapak menjadi salah satu pesaing terberat dari Tokopedia untuk sekarang. Siapa sih orang di baliknya?

Achmad Zaky dan Bukalapak

Achmad Zaky merupakan lulusan dari ITB di Bandung. Pada awalnya, Achmad berencana untuk bekerja untuk korporasi besar setelah lulus dari ITB. Namun ia tidak berhasil masuk ke perusahaan yang ingin ia masuki, sehingga akhirnya memutuskan untuk memulai usahanya sendiri. Usaha pertama yang ia jalankan adalah SuitMedia, perusahaan konsultan IT dimana ia membantu membuatkan aplikasi mobile maupun website dari kliennya. Bisnis ini cukup sukses dan masih dijalankan olehnya sampai sekarang.

Pada tahun 2011, sejalan dengan bisnis SuitMedia, Achmad melihat peluang di dalam industri e-commerce dimana pada saat itu belum ada platform e-commerce online yang mampu menjadi jembatan terpercaya antara penjual dan pembeli. Pada akhirnya ia memutuskan untuk membuka platform bukalapak. Awalnya yang ia lakukan semuanya adalah manual, mulai dari mengajak teman kantor untuk bergabung ataupun menggunakan fitur sosial media untuk mengirimkan pesan secara masal ke banyak orang.

Sama denga startup sukses lainnya, bukalapak bermula hanya dengan beberapa karyawan, namun sekarang jumlah karyawan sudah melebihi 150 orang. Salah satu keunikan dari bukalapak ketimbang plarform e-commerce lainnya adalah dari cara marketing. Jika kamu simak, mayoritas iklan yang dijalankan dari bukalapak ditujukan untuk go-viral di sosial media. Contohnya, seperti iklan jas rapi namun dengan celana pendek rumahan, iklan sulap corbuzier yang membengkokkan sendok, iklan menjadi pahlawan karena beli barang orang. Ia cukup berani dan juga kreatif dalam menjalankan strategi marketingnya.

Apa yang bisa kita pelajari dari Bukalapak?

1.Kita tidak harus bekerja di korporasi besar terlebih dahulu untuk bisa menjalankan startup dengan sukses. Banyak sekali orang beranggapan bahwa menjalankan startup sukses itu membutuhkan seseorang dengan latar belakang profesional dengan pengalaman bekerja di perusahaan Fortune 500. Bukalapak merupakan salah satu contoh dimana ini tidak benar, kemauan untuk memulai beserta keberanian dan persistensi untuk mencoba adalah kunci dari suksesnya.

2.Marketing startup tidak harus kaku dan tidak harus mahal. Banyak sekali startup yang melakukan marketing secara konvensional, mereka tidak berani untuk terlalu berbeda karena takut terhadap efek negatif pada brand yang sudah di bangun. Bukalapak membuktikan bahwa marketing tidak harus membutuhkan dana besar, selain itu marketing yang berani untuk menjadi beda akan lebih viral apabila dijalankan denganĀ  baik, tentunya dengan perencanaan yang tepat.

Leave a reply